Wednesday, April 27, 2011

Sang Penjual Roti


pagi ini begitu cerah, sang mentari muncul lagi, memberi kehangatan setiap insan dimuka bumi ini. pagi ini seperti biasa dengan rutinitas sebagai ibu RT alias ibu rumah tangga. menyiapkan sarapan untuk suami dengan segelas teh hangat dan sarapan nasi. tapi udah hampir 2 hari saya ga masak soalnya gas dirumah habis trus pas mau ganti rupanya stok tempat pengisian ulang juga habis.hal ini membuat saya pengen cari sarapan disekitar tempat tinggal. sambil berolahraga dengan jalan kaki mengelilingi perumahan disekitar rumah dan sepertinya pagi ini saya pengen makan pisang goreng hangat yang berjualan tepat diujung rumah.

waktu menuju pulang ke rumah lewatlah penjual roti, bapak penjual roti mendorong gerobaknya sambil trus membunyikan (toet...toet...toet) sambil berjalan kaki. dan menurut saya bapak ini tidak seperti penjual roti yang lain yang lebih modern karna biasanya penjual roti yang lewat memakai sepeda malah motor menjajakan dagangannya.

Sangat sederhana itulah yang saya lihat. bapak itu udah cukup tua untuk seusia nya masih mencari nafkah. udah hampir 2 bulan saya tinggal disini saya baru beberapa kali beli rotinya.

dan ntah kenapa pagi ini saat saya membeli roti itu bapak itu begitu senang sambil berkata " alhamdulillah,makasih ya neng, neng yang baru beli roti sejak saya jual dari subuh tadi" saya jadi terharu dan sedih juga karna udah hampir 4 jam menjajakan dagangan nya baru 5 ribu rupiah yang didapatnya.

setelah bapak itu berlalu, saya hanya bisa mendoakan bapak tersebut supaya dagangan nya laris. dan bisa membawa uang untuk menhidupi keluarganya hari ini, amien...

mungkin inilah salah satu realita kehidupan disekitar kita, tidak semua orang yang hidupnya seberuntung kita. kadang kita lupa untuk bersyukur pada yang sang pemberi rezky.

15 comments:

  1. betul.. kadang dan mungkin seringnya kita melupakan "bersyukur". bahkan gak jarang pula kita hanya bisa mengandai-andai..menginginkan sesuatu yang lebih dari yang kita miliki.

    ReplyDelete
  2. amin. makasih y mbak udah ngingetin saya buat 'bersyukur' hari ini :)

    ReplyDelete
  3. maka nikmat Tuhan mana yang hendak kita dustakan..

    nice post uni..

    ^^

    ReplyDelete
  4. semoga kita tidak lupa untuk selalu bersyukur

    ReplyDelete
  5. jalan hidup manusia sudah ditentukan sama Tuhan, tapi manusia harus tetep berusaha..
    bersukur itu kuncinya..

    ReplyDelete
  6. realita hidup memang begitu.. kadang seseorang terpaksa berjuang untuk memenuhi kebutuhan. bagaimanapun caranya. belajar dari tukang roti, yang meski sudah renta namun masih sigap mencari rejeki dengan semangat ^_^

    ReplyDelete
  7. Desy Noer << mulai sekarang kita akan selalu bersyukur walau sekecil apapun itu.

    cho << makasih kembali juga mba :)

    unie << makasih mba :)

    lidya << tentunya mba', karena semua yang ada sama kita saat ini hanya bersifat sementara.

    mabrurisirampog << berusaha dan berdoa :)

    Gaphe << bekerja giat tidak mengenal usia, good deh bapak penjual roti, sedangkan yg masih muda masih ada yg kerjanya minta-minta dijalan.

    ReplyDelete
  8. hmm... harus belajar lebih bersyukur nih..

    ReplyDelete
  9. Iya mbak kita mesti pandai bersyukur ........ semoga bapak yang jaul roti itu laris daganganya,,,,amien....

    ReplyDelete
  10. jadi terharu
    salut sama bapak tua yg masih bersemangat berjualan dan tetap menjalaninya dgn penuh syukur.
    amin3x...semoga dagangannya laku semua.

    ReplyDelete
  11. Bener mbak, kalo melihat ini pasti timbul rasa syukur kita :)
    Hmm, saya jadi kepikiran penjual roti itu >.<

    ReplyDelete
  12. jadi inget apa yang selalu dipesen ibu saya mbak "kasih rizki sama penjual-penjual yang pake gerobak"

    ReplyDelete
  13. Termaksud saya mbak suka lupa bersyukur ama sang pemberi rezky..

    ReplyDelete
  14. hhuhhu ... terharu T.T
    memang terkadang saya lupa untuk bersyukur baik dikala senang apalagi dikala sedih, nice post.

    ReplyDelete